Sabtu, 31 Mei 2014

TEKS EKSPOSISI

POWER POINT TEKS EKSPOSISI:
http://www.slideshare.net/firafir/teks-eksposisi-35335115


CONTOH TEKS EKSPOSISI :

Pemerosotan Nilai Rupiah
(Zhafirah Husna Dwiyanti X IPA 1)

            Naik turunnya nilai dolar Amerika Serikat di Indonesia sudah sering terjadi. Saya sebagai rakyat biasa merasa resah akan hal ini. Pasalnya hal ini bisa mengakibatkan efek buruk bagi perdagangan di Indonesia.
            Pekan depan diperkirakan nilai tukar rupiah akan melemah sebesar 76 poin menjadi Rp 11.451 dibanding posisi sebelumnya (8/11) Rp 11.375 per dolar AS. “Mata uang rupiah cenderung melemah menjelang pidato petinggi bank sentral AS (the Fed).” Ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariton Tjendra Senin lalu di Jakarta. Dia juga menuturkan bahwa “Dolar AS kembali mempertahankan penguatannya terhadap mayoritas mata uang dunia menjelang pidato petinggi the Fed di tengah sinyal pertumbuhan perekonomian AS sehingga memungkinkan untuk dilakukannya pengurangan stimulus keuangan.”
            Dari pemerosotan nilai rupiah ini, terjadi pula dampak dari berhentinya kegiatan (shut down) pemerintah AS beberapa waktu lalu. Dan dapat diperkirakan ketidak signifikan terhadap ekonomi Amerika Serikat. Pertumbuhan pekerjaaan baru telah mencapai 204.000 pada bulan lalu.
            Mengidikasikan terbatasnya dampak “shut down” terhadap perekonomian Amerika Serikat. Dan kondisi tersebut cukup untuk mengembalikan out look Amerika Serikat. Dan dapat kita ketahui, kuncinya ada pada inflasi. Apabila inflasi meningkat, maka dapat membuat tekanan pada mata uang rupiah terhadap Amerika Serikat lebih tajam. Dan bisa membuat mata uang rupiah menjadi meningkat

            Maka apabila hal ini terus terjadi, dapat mengakibatkan berbagai kendala pada perekonomian Amerika Serikat. Dan Indonesia juga ikut merasakan dampak hal tersebut yang mengakibatkan efek buruk bagi perdagangan di Indonesia. Maka hal ini harus segera ditangani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar