http://www.slideshare.net/firafir/anekdot-35333991
CONTOH ANEKDOT:
(
Zhafirah Husna Dwiyanti X IPA 1 )
Pada
suatu hari ada seorang anak laki-laki bernama Andi ingin menjenguk sahabatnya
di sebuah Rumah Sakit. Sebelum menjenguk sahabatnya, Andi pun bertanya melalui SMS untuk
mengetahui informasi tentang sahabatnya itu. Setelah Andi mendapat informasi
tentang sahabatnya, Andi pun berniat untuk menjenguknya besok hari.
Kebesokkan
harinya setelah pulang sekolah, Andi
segera pulang untuk berganti pakaian. Lalu ia membeli buah-buahan. Setelah
membeli buah, Andi pun segera pergi ke Rumah Sakit. Setelah tiba disana Andi
menanyakan kamar yang di tempati sahabatnya itu. Andi pun bertanya kepasa
Suster di Rumah Sakit itu “Sus, kamar 145 ada dimana ya?” Suster pun
menjawabnya dengan ramah “Ada di lantai 2 dik, setelah keluar lift belok kanan
dan kamarnya ada di pojok.”
Setelah
mendapat penjelasan dari Suster, Andi pun mengerti dan segera menuju kamar
sahabatnya. Andi pun sampai di depan kamar 145, Andi segera mengetuk pintu dan
masuk. Seketika mata Andi terbelalak kaget, karena andi baru saja salah masuk kamar. Andi segera keluar dan kembali turun
untuk menanyakan kembali kepada Suster. “Maaf Sus, apakah oetunjuk yang
tadi adalah benar? tapi yang saya
temukan di kamar itu orang lain, bukan sahabat saya.” Susterpun terlihat
keheranan. “Maaf dik, memang pasien yang ingin adik jenguk bernama siapa?”
Tanya Suster itu kepada Andi. “Muhammad Aldi Kurniawan Sus”
Suster
segera mencari nama-nama pasien, lalu Suster itu memberi tahu Andi kamar pasien
tersebut “Mungkin maksud adik kamar 144 ya... Sahabat adik berada di kamar
sebelah kamar 145.” Andi terlihat keheranan, dia berterimakasih kepada Suster
dan segera kembali keruangan sebelah kamar 145. Kali ini Andi berharap tidak
salah masuk lagi. Setelah Andi mengetuk pintu, dan Andi segera masuk ke kamar.
Andi pun bertemu dengan sahabatnya itu.
Setelah
beberapa menit kemudian, Andi bercerita kepada sahabatnya dan kedua orangtua
sahabatnya, bahwa Andi salah masuk kamar. Orangtua sahabatnya pun merasa hera,
karena ia merasa benar saat memberi tahu informasi tentang kamar di Rumah
Sakit. Setelah orangtuanya mengecek isi SMS itu, ia pun tertawa dengan geli.
Andi dan sahabatnya melihatnya dengan kebingungan. Andi pun bertanya “Ada apa
tante?” Sambil menahan tawa orangtua Aldi memberitahu bahwa ia salah mengetik
SMS 144 menjadi 145 yang menyebabkan Andi salah masuk kamar. Setelah mendengar
penjelasan seperti itu mereka semua pun tertawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar